STUDY NOT ONLY IN THE CLASSROOM

Some students can`t receive theory of knowledge. They need practice in real activities

SPEAKING PRACTICE

They students can be more creative when we give them space to upgrade their imaginations

HIGH MOTIVATION FOR READING

To be success, they must have high motivation, high spirit, high dream, and NO SUCCESS WITHOUT STRUGGLE

SPEAKING PRACTICE

To make them can speak English fluently sometime we need NEW SETTING and CONDITION

HEALTHY

We make have high adrenalin. Outbound is one way to make them be more brave and confident

LET THEM BE THEIR SELVES

When we give them chance and time to be their selves. They can be unique people

LET THEM BE CREATIVE

Should be appreciated what they have done. They can find the new ones

Tampilkan postingan dengan label Unique. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unique. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

BACK TO AL-QUR’AN : MOZART TERNYATA TIDAK MEMBUAT CERDAS !

bayi mendengarkan qur`an,mendengar,mozart
Baru-baru ini kita dikagetkan oleh sebuah fakta baru penelitian bahwa ternyata musik klasik (Mozart) tidak memiliki pengaruh apapun terhadap kemampuan kognitif seorang anak. Itu artinya, mendengarkan musik klasik tidak mencerdaskan anak sebagaimana yang selama ini kita tahu. Selama lebih dari 15 tahun, kita terkecoh oleh publisitas yang banyak membesar-besarkan tentang musik klasik yang dapat memacu kecerdasan seorang anak. Dulu, sebelum saya mengenal banyak keajaiban Al-Qur’an, saya cenderung memegang pendapat bahwa musik klasik dapat merangsang perkembangan otak janin dan mencerdaskan anak. Tapi, beberapa tahun kemudian, saya mulai berpikir, jika mozart yang ciptaan manusia saja bisa mencerdaskan anak, maka tentu Al-Qur’an yang merupakan mukjizat yang telah Allah berikan kepada kita ini lebih dapat mencerdaskan anak.

Dan ternyata itu benar.

Beberapa orang peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini.

Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000 partisipator. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan! Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.

Senada dengan Jacob Pietschnig dan kawan-kawannya, sebuah tim peneliti Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini. Mereka mengemukakan bahwa sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.

Penelitian terbaru ini membantah habis-habisan hasil riset psikolog Frances Rauscher dan rekan-rekannya di University of California pada tahun 1993 yang mengemukakan bahwa musik Mozart ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial.

Wow…padahal, selama ini kita sudah terlanjur percaya pada legenda musik klasik ini, ya?

*** Back to Al-Qur’an ***

Berbeda dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang telah Allah jamin kemurniannya hingga hari kiamat kelak. Ada banyak kemuliaan dan kebaikan yang ada dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah Al-Qur’an dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya.

Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Nah, ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dsb.

Pada asalnya, milyaran sel saraf dalam otak manusia bergetar secara konstan. Sel ini berisi program yang rumit dimana milyar sel-sel di sekitar berinteraksi dalam sebuah koordinasi yang luar biasa yang menunjukkan kebesaran Allah.

Sebelum bayi lahir, sel-sel otaknya mulai bergetar berirama secara seimbang. Tapi setelah kelahirannya, tindakan masing-masing akan mempengaruhi sel-sel otak dan cara mereka bergetar. Jadi jika beberapa sel otak tidak siap untuk mentoleransi frekuensi tinggi, ini dapat menyebabkan gangguan dalam sistem getar otak yang pada gilirannya menyebabkan banyak penyakit fisik dan psikologis.

Seorang peneliti bernama Enrick William Duve menemukan bahwa otak bereaksi terhadap gelombang suara tertentu. Dan gelombang tersebut dapat berpengaruh secara positif dan negatif. Ketika beredar informasi bahwa musik klasik berpengaruh terhadap perkembangan otak manusia, banyak kalangan menggunakan musik klasik sebagai obat terapi.

Tapi, Al-Qur’an tetaplah obat yang terbaik. Terapi dengan Al-Qur’an terbukti mampu meningkatkan kecerdasan seorang anak, menyembuhkan berbagai penyakit, dsb. Ini dikarenakan frekuensi gelombang bacaan Al-Qur’an memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel-sel otak, meningkatkan kemampuan, serta menyeimbangkannya.

Satu lagi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, yakni bahasa yang memiliki nilai sastra yang tinggi, dan bahasa nomor satu yang paling sulit untuk dipelajari. Kita tahu, bahwa tidak ada satupun dari kita yang mampu menandingi keindahan bahasa Al-Qur’an. Namun, tahukah Anda, bahwa ternyata jika kita mampu berbahasa Arab dapat memudahkan kita untuk menguasai bahasa asing lainnya?

Anak-anak yang terbiasa membaca Al-Qur’an disertai dengan memahami maknanya, ternyata memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada anak-anak lain. Bahkan meski bahasa tersebut masih asing, ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kemudian menguasainya, insya Allah.

Janin usia 7 bulan sudah dapat merespon suara-suara di sekitar ibunya. Nah, untuk itulah, penting bagi ibu hamil untuk banyak-banyak memperdengarkan Al-Qur’an kepada janinnya. Kita tidak mengharapkan mereka mengerti dan memahami apa yang kita baca. Namun, membiasakannya mendengarkan Al-Qur’an sejak dalam kandungan, membantunya untuk tumbuh dengan intelegensi tinggi, kemampuan berbahasa yang baik, dan kepribadian yang baik pula.

Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua.

(Cantumkan jika ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya,agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin


Minggu, 13 Januari 2013

Kisah Nyata: Jutawan China Jadi Tukang Sapu Jalan

Ada sebagian orang tua yang mempunyai harta kekayaan berlebih (sedikit lebih banyak dari orang pada umumnya), tidak jarang berpesan pada anaknya,"Kamu jangan berteman dengan dia, orang tuanya kan hanya seorang karyawan".

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-Ankabut ayat 64)
"Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja." -Buya Hamka-

Mari kita lihat seorang jutawan China yang rela menjadi tukang sapu demi melatih kemandirian kedua anaknya.


kisah inspiratif, kisah nyata, inspiratif, jutawan china
merdeka.com
Adalah Yu Youzhen, seorang jutawan asal Kota Wuhan, China, yang kini menjadi bahasan utama di beberapa surat kabar setempat. Pasalnya, untuk memberikan contoh positif bagi kedua anaknya, Yu rela menjadi tukang sapu jalan yang hanya menerima upah 1.420 yuan per bulan atau sekitar Rp 2,2 juta.

Uang yang didapatkannya dari upah menyapu jalan tentu tidaklah sebanding dengan pendapatannya saat ini. Yu, yang juga dikenal sebagai pemilik puluhan apartemen, tersebut memiliki aset jutaan yuan yang sangatlah cukup untuk menopang semua kebutuhan hidupnya. Namun, Yu tak ingin terlena dengan apa yang dia miliki sekarang.

Alih-alih bermalas-malasan di rumah dan menghitung semua kekayaannya, Yu tetap memutuskan untuk bekerja sebagai pekerja kebersihan. Pekerjaan tersebut rupanya telah ia lakukan sejak tahun 1998. Semua itu dilakukannya bukan tanpa alasan.

Yu tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya. Pada tahun 1980, ia hanyalah seorang petani sayur miskin di Hongshan, distrik Donghu, desa Huojiawan. Bersama suaminya, Yu harus mau bekerja keras untuk menghemat uang mereka. Setelah bertahun-tahun bekerja dari fajar hingga senja, mereka berhasil menjadi keluarga pertama yang memiliki rumah 3 lantai.

Kala itu, banyak orang yang datang ke Wuhan untuk mencari pekerjaan, dan banyak dari mereka yang membutuhkan tempat tinggal, sehingga Yu mulai menyewakan kamar cadangannya di rumahnya. Setiap kamar sewa menghasilkan sekitar 50 yuan setiap bulan.

Uang itu kemudian digunakan untuk membangun lebih banyak rumah dan menambah lantai. Setelah beberapa tahun, Yu dan suaminya memiliki tiga bangunan 5 lantai, yang sebagian besar disewakan. Beruntung lagi, sesuai dengan kebijakan penggantian dan pembangunan kembali lahan, Yu dan keluarganya mendapat kompensasi 21 apartemen dari pemerintah untuk seluruh rumah yang telah mereka bangun di Huojiawan.

Kekayaan itu tak pelak menyilaukan mata Yu dan suaminya. Ia yang sedari dulu telah bekerja keras tidak ingin kedua anaknya hidup berfoya-foya. Secara pribadi, Yu sangat menyayangkan sikap warga desanya yang sering menyia-nyiakan kekayaan mereka hanya untuk berjudi, minum, dan narkoba. Oleh karenanya, Yu bertekad akan mendidik anak-anaknya dengan memberi contoh yang baik. Salah satunya dengan menjadi tukang sapu jalan.

Ia bekerja sejak pukul 3 pagi selama enam hari dalam seminggu. Untuk membersihkan jalanan sepanjang 3 km, ia bahkan harus menghabiskan 6 jam sehari. Yu tidak hanya menyapu jalan, tetapi juga membersihkan semua tong sampah yang terdapat di sepanjang jalan.

"Saya ingin memberi contoh untuk putra dan putri saya. Seseorang tidak bisa hanya duduk di rumah dan 'menggerogoti' semua kekayaannya," kata Yu ketika ditanya perihal alasannya bekerja sebagai pembersih jalan, sebagaimana dilansir Oddtycentral (10/1).

Yu juga memperingatkan kedua anaknya untuk tetap bekerja sebagaimana mestinya. Jika tidak, ia mengancam untuk menyumbangkan semua hartanya pada negara. Kini, anak laki-lakinya telah bekerja sebagai supir di area Donghu Scenic dan digaji lebih dari 2.000 yuan per bulan, sedangkan putrinya bekerja di sebuah perkantoran dengan upah 3.000 yuan per bulan.

Setiap orang punya cara tersendiri untuk memaknai hidup. Namun, apakah hidup hanya sebatas kepuasan diri untuk apa yang telah kita dapatkan? Ataukah kita tetap berjuang seperti apa yang dilakukan Yu sepanjang hidupnya?

Allah berfirman QS. Al-Hadid : 20

Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20).

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya. Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat. #BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI# 

Senin, 05 November 2012

Si Kancil Vs Alligator; to help Buffalo

si kerbau, kerbau, Si kancil, buaya, dan kerbau
One day in the jungle, There was a alligator that busy basking in the river… When he was enjoy his rest, suddenly heard a voice, “Kreeek…. Gdubrak…!!!!” Somehow, he felt pain on his back, & he felt hard to breath. When the alligator opened his eye turned out to be a big old tree and hit his back. The alligator screamed,”Help…Help me… Help me….!!!!”. Not far from that place, a buffalo was enjoying his lunch. The buffalo heared the alligator`s scream and tried to find where the voice came from. He got an alligator seen in pain because there was a big old tree on his back. The buffalo felt so sorry looked at that. Without thinking, he removed the tree trunk with the strong horns, so that the alligator freed.

But what happens next????... The alligator instead thanked but he just bited the foot buffalo. Then the buffalo said, “After I had crushed, I feel so hungry… He…He… And you can be my delicious food… Nyammm…Nyammm…Nyammm..”
The buffalo was surprised heared that, he was so scared, he protested, and said, “You…!!! The alligator, why you don`t say thanks to me because I have helped you, is this how you repay the favor?”
The alligator replied,”Haaa…Haaa… Haaa… Who told you to help me… How pithy you are…???!!!”. The buffalo was so scared heard that, “Wwww wait up…wait up please…!!, how about we ask the three creatures that pass, if they say you can eat me, I sincerely you eat”. “Mmmmmm… That`s good idea I like it”, answered the alligator. (Though in his deep heart he said I will eat you anything happened later)
The first creature washed up by the river was a toy plane with a broken wing. The buffalo was told his fate and asked,”What do you think, may the alligator eat me??”. The toy said,”Huuhhh… If the owner of me hasn`t throwed me after my wings broken, surely I`ll defend you buffalo… But in fact, he doesn`t care about me anymore, just because my wings were broken, his heart to throw me into the river”. The buffalo began to fell pessimistic about the fate.

The second creature washed up by the river was a bike with three wheels that the front wheel bent… He struggled with passing. The buffalo was told his fate and asked,”What do you think, may the alligator eat me??”. The bike said,” Huuhhh… If the owner of me hasn`t crashed into the tree such as this certainly was not my destiny… and the painful one, he throwed me after my condition like this, So that accept your fate buffalo”,  the buffalo getting desperate.
Know that the alligator screamed, “That`s enough buffalo, I`m so hungry”. The buffalo was so panic heard that, then said, “Wai…wai..wait up. Please wait the last one who pass here”.
The next  creature is Si Kancil. As we know Si Kancil is a mouse deer. Then, the buffalo was told his fate as he had told to the toy and the bike.  He asked,”What do you think, may the alligator eat me??”.
Dongeng si kancil, Si kancil, buaya, dan kerbauSi Kancil with a silly face said,”Sorry, I`m very stupid… I don`t understand what you`re talking about, can you repeat again???!!!”. The buffalo retold again about his fate, then asked again,” What do you think, may the alligator eat me??”
Si Kancil back said with a silly face again,”Sorry, I`m very stupid… I don`t understand what you`re asking to me, can you repeat again???!!!”. The buffalo retold again about his fate, then asked again,”What do you think, may the alligator eat me??”

Si Kancil back said with a silly face again, in this time with more,more, and silly face,”Haaaduuhh…,How really stupid I`m, I still don`t understand what you`re telling to me… Could you repeat again from the first…!!!??”, asked Si Kancil. The buffalo heard that he was so angry, then said,”Huuhh.. The fool deer… I don`t know how to make you understand…”.

Si Kancil answered, “Ooooo as I know My parent taught me to practice more often directly. With practice I`m sure I can understand.. If you don`t mind, please repeat and practice what actually happened from the beginning”.

The buffalo was very angry and very hungry became impatient,”Here, I`ll practice what have happened from the beginning, if you still don`t understand I`ll eat you too Kancil…!!!”. Because the buffalo wanted to practice what actually happened from the beginning, he let go of the bite out of Buffalo foot. Then he retold to Si Kancil, “In the afternoon, when I was sunbathing on the riverbank,… Suddenly I heard a voice “Kreeeeekk… Gdubrakkkkk…!!! When I opened my eye turned out to be a big old tree fall and hit my back…”.
“Can you show to me what like that tree falled on your back? I`m still don`t understand with your story”, asked Si Kancil to the buffalo. “Aaaaaahhhh….!!!! The fool deer…!!!”, said the alligator with annoyance and angry face. “Buffalo, take that big tree then place it on my back… Hurry up…!!!”, commanded the alligator.
The buffalo obeyed with fear, he returned the big tree on the alligator`s back as he seen first. “That tree hit my back like this The fool deer…!!!, Have you understood?” asked the alligator to Si Kancil. A few moments later, the alligator screamed,”Hee…!!! Qickly, put it out of my back… It`s so painful…!!! And I`m hungry, I want to eat the buffalo immediately…!!!”, said the alligator with annoyance and angry face.

Looked that event, ”Eeee… I do understand now…”, Si Kancil said with smile up. Then Si Kancil asked The buffalo to leave that place, “Buffalo… Lets get out of here..!!”.
Heard screamed and cried the alligator, Si Kancil didn`t care. Si Kancil said to the buffalo,”Ok,.. Let him feel that…!!!”

OK, it`s my story. From this story we can get some lessons; The 1st one is if we feel strong & have high power don`t be arogant. The 2nd one is as a student we must be clever student so that we are not able lied others. The 3rd one is what we plant that we will get it so, plants the good characters to others they will love us.

Minggu, 28 Oktober 2012

"Aku, Produk Ayah Dan Ibuku"

angry, angry child, marah, marah-marah
Aku adalah seorang anak, dan akulah plagiat sejati
Dari apapun yang dicontohkan orang tuaku.
Memori yang aku rekam, aku dengar dan aku saksikan tidak akan dengan mudah terhapus.
Dan inilah aku kini...
Produk didikan orang tuaku dulu, dan yang akan aku wariskan kepada anak cucuku nanti.

Aku adalah pribadi yang keras.
Karena aku belajar dari orang tuaku yang tak pernah mau mengalah.
Atau paling tidak memberi sedikit ruang untuk sebuah pengertian.
Yang aku dengar hanya celaan dan bentakan.
Saat keinginan mereka tidak terpenuhi.
Bagiku, tak ada itu istilah mengabdi.
Yang ada bahwa aku haruslah selalu yang terlayani.
Aku kini menjadi pemarah. Aku belajar dari ayah dan ibuku yang pemarah.
Suara mereka lantang saat marah, berharap bisa mengalahkan orang yang mereka benci.
Akupun akhirnya tahu kalau teriakan adalah pelampiasan yang paling bagus saat kita emosi.
Saat mereka marah, mereka memaki. Lalu akupun tahu bahwa ketika marah kita harus memaki.
Tak perduli sopan atau tidak, tapi itulah yang aku ketahui.

Aku kini seorang penakut.
Aku belajar dari ayah ibuku yang selalu ragu dan berkecil hati.
Aku takut mengambil resiko, karena yang aku tahu resiko itu dapat membunuhku.
Akupun jadi pribadi peragu, karena aku tak pernah tahu bagaimana harus mengambil keputusan.
Yang aku mengerti selama ini aku hidup dalam perintah orang tuaku tentang boleh dan tidaknya yang aku lakukan.
Kini aku telah tumbuh dewasa.

Dan, aku juga orang yang ambisius.
Aku terbiasa melihat orang tuaku menghalalkan segala cara demi mendapat yang mereka mau.
Mereka bilang akupun harus begitu.
Jika aku tak mau "memakan",
maka akulah yang akan "dimakan".
Kata mereka itu sama sekali bukan sebuah kesalahan.

Akupun jadi seorang pemaksa.
Aku belajar dari orang tuaku yang selalu memaksakan apapun keinginan Mereka kepadaku.
Mereka selalu bilang, "aku harus selalu menurut".
Bahkan dalam hal yang aku tak suka.
Tak ada komunikasi di rumah kami.
Yang ada, keputusan ayah dan ibu adalah yang paling mutlak yang harus dipatuhi.

Aku adalah pribadi yang sangat tak percaya diri.
Dalam rumah kami, sama sekali tak ada pujian.
Yang ada adalah selalu hadirnya berbagai kesalahan.
Terhadap apapun yang aku lakukan.
Dan baik dan burukku tetap harus selalu jadi gunjingan.
Aku bahkan sampai tak tahu apakah iya aku masih punya kelebihan?

Aku sangat mudah berpikir negatif, selalu dan selalu.
Karena aku belajar dari orang tua yang mudah mengumbar keluhan.
Gampang atau susah, mereka selalu mengeluhkan keadaan.
Dan kini, inilah aku yang tidak bisa mengambil poin positif terhadap apapun yang datang kepadaku.

Orang juga bilang kalau aku egois.
Karena aku tak pernah belajar untuk berbagi.
Setahu aku, milikku hanyalah milikku.
Dan orang lain harus berjuang sendiri.
Ketika mereka ingin juga memiliki hal itu.
Begitulah yang aku pelajari dari orang tuaku.

Kini, aku telah dewasa.
Telah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Tapi aku tetaplah seorang anak, dan akulah plagiat sejati.
Dari apapun yang dicontohkan orang tuaku.
Memori yang aku rekam, aku dengar dan aku saksikan tidak akan dengan mudah terhapus.
Dan kini... inilah aku,
Produk didikan orang tuaku dulu, dan yang akan aku wariskan kepada anak cucuku nanti.

Source : Syahidah/voa-islam.com

Senin, 22 Oktober 2012

# Kisah Umar bin Khatab dan Burung Pipit

burung pipit, burung, pipit, burung ditangan
Suatu saat ketika Umar bin Khatab sedang berjalan-jalan di sepanjang gang-gang kota Madinah. Dia melihat seorang anak kecil mempermainkan seekor burung pipit di tangannya. Anak kecil itu melilitkan tali di kaki si burung dan menarik-nariknya ketika burung itu akan terbang. Melihat hal ini Umar bin Khatab merasa kasihan. Kemudian dia merayu anak-anak tersebut untuk melepasnya, namun anak-anak tersebut tidak mau. Akhirnya beliaupun pun membeli burung itu dengan 100 dirham dan menerbangkannya ke angkasa.
Suatu ketika setelah Umar bin Khatab wafat, masyarakat bermimpi berjumpa dengannya. Di dalam mimpi mereka bertanya, “Apakah yang sudah Allah perbuat padamu wahai, Amirul Mukminin?”
Sayyidina Umar menjawab, “Allah mengampuniku dan tidak menyiksaku”
“Sebab apakah? Sifat dermawanmu kah? Keadilanmu kah? Atau kezuhudanmu?”, tanya masyarakat.
“Bukan. Tetapi begini. Ketika aku kau baringkan di liang lahat, lalu kau kubur, dan kau tinggalkan sendirian, aku didatangi dua malaikat. Mereka sangat menakutkan sehingga melayanglah akalku dan gemetarlah sendi-sendiku. Lalu mereka memegangku dan mendudukanku untuk menanyaiku.

Namun sebelum mereka menanyaiku aku mendengar suara tanpa rupa (datang dari Allah), bunyinya, “Tinggalkan saja hamba-Ku ini dan jangan kau takut-takuti. Aku berbelas kasih padanya sebagaimana ia berberbelas kasih pada seekor burung pipit saat ia di dunia”, demikianlah cerita Umar bin Khatab di dalam mimpi masyarakat.
Subhanalloh.... Siapa yang nggak tentrem hatinya, tuh, mendengar cerita langsung dari Umar bin Khatab dari mimpi. Dan sungguh benar sabda Nabi Muhammad SAW, masa terbaik adalah masaku dan para sahabatku, kemudian setelah itu (Tabi`in), dan setelah itu (Tabi`ut Tabi`in). Ini pelajaran berharga buat kita. Bahkan seekor burung pun dapat menjadi persaksian baik bagi kita di alam kubur. Ayo deh kita sama-sama berbuat baik. Ingat, setiap makhluk di bumi ini adalah hamba Allah. Jika kita berbuat baik pada mereka pastilah kelak akan ada imbalan untuk kita. Satu lagi tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang berpikir

Kamis, 04 Oktober 2012

Inspiratif_Batu, Kerikil, & Pasir

outing class, english outing class, sdii al-abidin, english arabic
Image: OC_English Arabic SDII Al-Abidin
Seorang guru berdiri di depan kelas, di hadapannya ada beberapa benda. Ketika masuk waktu pelajaran, ia mengambil sebuah wadah besar bekas tempat cat lalu mengisinya dengan batu berdiameter kurang lebih 2 cm. Setelah penuh ia bertanya kepada murid-muridnya, "Apakah tempat ini sudah penuh?" Murid-muridnya menjawab, "Ya...!!!".

Kemudian pak guru mengambil sekaleng batu kerikil lalu menuangkannya ke dalam wadah tadi. Ia kemudian dengan lembut menggoyang - goyang wadah itu sehingga batu - batu kecil tadi menggelinding mengisi ruang di antara batu - batu. Ia lalu bertanya kepada murid - muridnya, "Apakah tempat ini sudah penuh?" Murid - muridnya menjawab, "Ya."

Pak Guru kemudian mengambil sekaleng pasir lalu menuangkannya ke dalam wadah tadi. Pasir itu pun segera mengisi ruang - ruang kosong di antara batu dan kerikil.

"Nah, sekarang," kata Pak Guru, "Aku ingin kalian memahami bahwa demikianlah sesungguhnya kehidupan kalian. Batu itu merupakan hal - hal penting dalam kehidupan kalian, seperti : Keimanan, Sholat, keluarga, pasangan hidup, kesehatan, dan anak - anak kalian, yaki semua hal yang sangat penting bagi kalian, yang bila kalian tidak mengurusnya dengan baik, boleh jadi kalian akan sengsara. Kerikil adlah hal - hal lain yang kedudukannya lebih rendah, tapi berpengaruh pada kehidupan kalian, seperti : pekerjaan, rumah, kendaraan, atau mobil. Pasir adalah hal - hal yang kedudukannya kurang begitu penting. Apabila kalian mengisi wadah ini dengan pasir terlebih dahulu, maka batu dan kerikil tidak akan mendapat tempat. Demikian juga kehidupan kalian, kalau kalian habiskan tenaga dan waktu kalian untuk hal - hal yang sia - sia, maka kalian tidak akan berhasil melakukan pekerjaan yang penting bagi kehidupan kalian.

Oleh karena itu, perhatikanlah hal - hal yang penting bagi kalian, lewatkan waktu kalian bersama anak - anak, sholat, berbakti pada orang tua, ibadah - ibadah yang bermanfaat lainnya, dan juga sediakan waktu untuk melihat aktivitas anak - anak. Adapun waktu untuk kerja, membersihkan rumah, menagdakan pertemuan, makan bareng, memperbaiki kerusakan akan selalu ada.

So, utamakan batu, yakni hal - hal yang penting, lalu tetapkan urutan prioritas, yang lain hanyalah pasir...
Source : Author Unknown, 2005, Hikmah Dari Seberang Hal.85-86

Sabtu, 01 September 2012

MENELADANI CARA MAKAN RASULULLAH SAW

makan sehat, makan ala Nabi, bagaimana Nabi makan, makanan sehat, sdii al-abidin
1. Ibnul Qayyim berkata: 

Barangsiapa yang memperhatikan makanan yang dikonsumsi Nabi, niscaya ia mengerti bahwa beliau tidak pernah memadukan menu antara SUSU dengan IKAN, atau antara SUSU dengan CUKA, atau antara DUA MAKANAN yang sama-sama MENGANDUNG UNSUR PANAS, UNSUR DINGIN, UNSUR LENGKET, UNSUR PENYEBAB SEMBELIT, UNSUR PENYEBAB MEN
CRET, UNSUR KERAS, atau DUA MAKANAN yang mengandung UNSUR KONTRADIKTIF, misalnya antara MAKANAN YANG MENGANDUNG UNSUR PENYEBAB SEMBELIT DENGAN YANG MENGANDUNG PENYEBAB MENCRET, ANTARA YANG MUDAH DICERNA DENGAN YANG SULIT DICERNA, ANTARA YANG DIBAKAR DENGAN YANG DIREBUS, ANTARA DAGING YANG SEGAR, DENGAN YANG SUDAH DIGARAMI DAN DIKERINGKAN, ANTARA SUSU DENGAN TELUR, DAN ANTARA DAGING DENGAN SUSU.
Beliau tidak pernah makan pada saat makanan tersebut masih sangat panas atau masakan yang dihangatkan untuk besok, makanan-makanan yang bulukan (berjamur) dan asin, seperti makanan-makanan yang DIASINKAN, DIASAMKAN, atau DIHANGUSKAN. Semua makanan ini berbahaya dan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan.

2. Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam biasa melawan unsur panas pada makanan dengan unsur dingin pada makanan lain, unsur kering suatu makanan dengan unsur basah pada makanan lain, sebagaimana beliau memakan mentimun dengan ruthob (kurma matang yang belum dikeringkan), makan tamr (kurma kering) dengan minyak samin, meminum ekstrak kurma untuk melunakkan chymus (Materi semi cair, homogen, berkrim atau seperti gruel yang dihasilkan oleh pencernaan makanan oleh lambung) makanan-makanan keras. Itulah intisari makanan sehat.

3. Beliau tidak biasa minum ketika sedang makan, sehingga akan merusaknya, apalagi jika air tersebut panas atau dingin, karena itu pola makan yang buruk sekali.

4. Diriwayatkan dari Abu Hurairah,
"Rasulullah tidak pernah mencela makanan sedikitpun, jika suka, beliau memakannya, jika tidak dibiarkannya, tidak memakannya." (HR. Bukhari : 5409, dan Muslim : 2064)

5. Beliau menyukai daging, yang paling beliau sukai adalah lengan dan bagian depan kepala kambing. Karena itu, seorang wanita Yahudi pernah meracuninya.

6. Pernah suatu ketika Rasulullah diberi daging, lantas diperlihatkan bagian lengan kepada beliau, maka beliau menyukainya. (HR. Bukhari : 5712, dan Muslim : 194)

7. Daging yang disukai Nabi adalah yang paling baik dan paling mudah dicerna oleh lambung, baik itu daging leher, lengan maupun lengan atas.

8. Beliau juga menyukai makanan-makanan manis dan madu.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu anh, ia berkata, "Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam menyukai makanan-makanan manis dan madu." (Shahihul Bukhari : 5614).

9. Beliau biasa makan roti dengan lauk apa saja yang beliau punya, kadang daging, kadang semangka, kadang kurma, dan kadang cuka. Beliau bersabda, "Sebaik-baik lauk adalah cuka." (Shahih Muslim : 2052).

10. Beliau biasa makan buah-buahan hasil panen negerinya pada musimnya, beliau tidak memantangnya. Ini juga merupakan sarana paling besar untuk menjaga kesehatan.

11. Rasulullah bersabda : "Aku tidak makan sambil bersandar." (Shahihul Bukhari : 5398)
Ada tiga cara bersandar:
a. Bersandar pada rusuk.
b. Bersila.
c. Bersandar diatas sesuatu.
Jenis pertama menyulitkan makan, karena ia menghalangi aliran makanan secara alami, menghambat kecepatan masuknya makanan ke lambung, dan menekan lambung sehingga sulit terbuka untuk makanan. Lambung akan miring, tidak tegak, sehingga makanan tidak mudah sampai kepadanya.
Adapun dua jenis lainnya merupakan gaya duduk orang-orang sombong yang bertentangan dengan jiwa kehambaan.

12. Dalam hadits Anas disebutkan, "Saya melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam duduk dengan posisi iq'a sambil memakan kurma." (Shahih Muslim : 2044)
Beliau biasa duduk dengan posisi iq'a untuk makan, maksudnya duduk dalam posisi bertumpu pada kedua lutu, seraya memposisikan perut telapak kaki kanan, sebagai bentuk ketawadhuan kepada Rabbnya. Ini merupakan posisi paling baik pada saat makan.

13. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda : "Jika salah seorang dari kalian makan, maka janganlah ia membersihkan tangannya sebelum menjilatinya." (Muttafaqun ‘Alaih, Bukhari : 5376, dan Muslim : 2031).

14. Beliau makan dengan menggunakan tiga jemari beliau, dan ini merupakan cara menyuap makanan yang paling bermanfaat.

15. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : "Wahai anak kecil ! Sebutlah nama Allah (BISMILLAH), makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah makanan yang terdekat darimu." (Muttafaqun ‘Alaih, Bukhari : 5376, dan Muslim : 2022).

Demikianlah cara makan yang paling baik adalah cara makan beliau shalallahu ‘alaihi wassallam dan cara makan siapa saja yang meniru cara beliau.

Diringkas dari kitab : KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI, Penulis : Aiman bin ‘Abdul Fattah, Halaman 175 - 178. Penerbit : Al-Qowam.

Rabu, 20 Juni 2012

# Renungan Bagi Para Orang Tua: “Bu, tolong jangan katakan itu…!!”

be quiet please,don`t say that,jangan katakan itu
Di suatu pagi saya mendengar ibu yang mengeluhkan pada tetangganya mengenai anaknya yang sangat susah sekali mengerjakan soal Matematika. Lalu dalam perbincangan tersebut sang ibu lainnya juga mengeluhkan anaknya yang kerap menjaili atau mengganggu adiknya, sehingga satu hari rumah jadi berantakan dan ia pun mengeluhkan rasa capek karena harus bersih-bersih rumah. Ada pula yang tanpa sadar beberapa kali kedapatan menceritakan bahwa anaknya nakal, tak mau diatur, belum bisa ini, belum bisa itu. Hal ini terus berlangsung berulang-ulang.

Barangkali maksud sang ibu hanya sekedar sharing dan mencari solusi. Jika tujuannya mencari solusi atas permasalahan yang tengah dihadapi bukankah sebaiknya berkonsultasi pada yang ahlinya.
Yang dikhawatirkan, hal ini malah membuat kita terjebak dengan ber-su'udzon pada sang buah hati. Sikap su'udzon itu jika terus dibiarkan bisa saja merambat menjadi su'udzon pada Sang Penciptanya. Bagaimana mungkin ibu menjadi seorang guru kehidupan bagi anaknya, jika sang guru sendiri tak percaya dengan kemampuananaknya.

Ibu tersebut lupa bahwa setiap manusia yang diciptakan Allah Swt. adalah masterpiece. Setiap anak memiliki perbedaan dan keunikan satu sama lain bahkan anak kembar siam sekalipun. Ibu adalah madrasah bagi anaknya.

Allah Swt. menurunkan ayat-Nya bahwa manusia diciptakan dengan sebaik baiknya bentuk.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS At-Tin 95:4).

Manusia turun ke bumi manusia lebih mulia dari malaikat sekalipun.
"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, 'Sesungguhnya, aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal ) dari lumpurhitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-KU, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr: 28- 29).

Manusia telah diangkat derajatnya oleh Allah, sampai seluruh malaikat pun diperintahkan untuk bersujud. Namun sayangnya ada manusia yang merendahkan derajatnya sendiri. Maka yang akan diangkat derajatnya adalah manusia yang bertaqwa.

Tentulah kita menginginkan anak kita memiliki derajat yang tinggi di mata Allah dan bertaqwa.
Fitrah manusia adalah belajar. Pernah kah kita memperhatikan bayi yang baru lahir, jangankan berjalan mengangkat kepala saja belum bisa. benar benar terkulai lemah. Lalu seminggu kemudian ia mulai bisa mengangkat kepalanya, kemudian ia belajar duduk, merangkak, merambat lalu berjalan hingga berlari.

Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah Redudansi Komunikasi atau pengulangan dalam mengomunikasikan suatu pesan. Redudansi komunikasi memiliki kekuatan mempengaruhi alam bawah sadar manusia. Saat seorang ibu terus menceritakan kekurangan anaknya, dan saat itu pula anak tersebut mendengar. 

Maka pesan - pesan yang ia dengar dari sang ibu bisa mempengaruhi alam bawah sadar sang anak. Perhatikan saja betapa mudahnya anak kita menghafal lagu- lagu yang setiap pagi kita putar atau jingle - jingle iklan di televisi . Otak anak bagaikan sponge yang dapat dengan mudah menyerap informasi apapun yang ia dengar, dan lihat.

“Apapun kata yang terucapkan pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid,” (QS.Qaaf : 18)
Bangkitlah ibu, ikhlaslah menerima apapun kekurangan anak kita. Segeralah menegakkan kepala. Mari mengubah kekurangannya menjadi kelebihan. Menutupi kekurangannya dengan kelebihan. Tak ada manusia yang sempurna. Konsultasikan pada yang dianggap ahli, bukan malah mengumbar kekurangan anak kita.

Jadilah kamus berjalan bagi anak kita.
Jadilah psikolog langganan buah hati kita.
Jadilah motivator handal untuk anak kita.

Bantulah sang anak menjadi pribadi yang mulia di mata Allah Swt.
Bismillah semoga kita selalu diberikan kekuatan oleh Allah menjaga amanahnya. 
(Dari berbagai sumber)

Jumat, 25 Mei 2012

Kebenaran Hadits Nabi Terkait Lalat

Pernahkah anda mendengar tentang hadits lalat? Dalam sebuah hadits, Rasulullah menjelaskan bahwa jika ada lalat jatuh ke dalam minuman kita, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memberitahu kita untuk mencelupkan lalat tersebut sepenuhnya ke dalam minuman kemudian membuangnya, karena sayap yang satu mengandung racun dan sayap yang satunya lagi mengandung penawar racun atau mengandung obat. 
 
Fenomena pengingkaran terhadap sunnah semakian menggeliat di masa kini. Berbagai media telah berjasa besar untuk propaganda tersebut. Semakin banyak kader-kader yang disiapkan untuk menyerang hadits Nabi. Mereka menempuh beberapa jalur untuk menuju ke terminalnya, sekalipun berbeda jalannya namun tujuan tetap sama.
 
Hadits lalat tersebut seringkali dijadikan bantahan oleh orang-orang kafir dan orang-orang JIL (Jaringan Iblis Laknatullah) untuk menyerang Islam dan menolak hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka.
 
Diantara hadits yang kena getahnya adalah hadits lalat, dimana oleh sebagian kalangan hadits ini diklaim sebagai hadits yang palsu, tidak sesuai dengan rasio, hanya diriwayatkan oleh orang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. 
 
Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Apabila lalat jatuh di bejana salah satu diantara kalian maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat penawarnya”. 
Dari Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
Dari Anas bahwasanya Nabi bersabda: “Apabila lalat jatuh pada bejana salah satu diantara kalian, maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat obat”.
(HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad)
 
Banyak yang menolak dan mengingkari hadits ini dengan alasan menyalahi realitas dan bahkan ilmu kedokteran. Benarkah demikian?
 
Kepada para penolak hadîts lalat ini, berikut sebuah bukti bagaimana benarnya Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan bagaimana mukjizat beliau akhirnya terkuak oleh sains dan pengetahuan modern. Apa yang Rasulullah ketahui adalah wahyu dari Allah. 
 
Maka, Allah pun kemudian membuktikannya di zaman modern ini melalui penelitian ilmuwan modern yang mengungkap kebenaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
 
Penelitian
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qâshim, Kerajaan Arab Saudi, beberapa peneliti muda yang terdiri dari, Sâmi Ibrâhîm at-Taili, ’ dil ‘Abdurrahman al-Misnid, dan Khalid Dza’ar al-Utaibi.
 
Yang dibimbing oleh Dr. Jamal Hamid, dan dikoordinasi oleh DR. Shalih ash- Shalih (seorang da’i terkenal di Eropa), melakukan penelitian tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat. Laporan ini mereka presentasikan ke acara ”Student Research Seminar” di Universitas Qâshim, KSA.
 
Lalat sangat banyak di bumi. Mereka hampir 87.000 spesies. Secara ilmiah telah membuktikan bahwa mereka makan dari sampah dan limbah bahan organik dari sejumlah besar bakteri, virus dan berbagai mikroba dan kuman lainnya.
 
Bakteri adalah organisme hidup yang sangat kecil. Mereka hidup dalam miliar dalam satu gram tanah pertanian dan di jutaan dalam satu tetes air liur. Pengaruh bakteri pada kehidupan biologis di bumi tidak terbatas, tanpa itu tidak ada tanaman bisa tumbuh, dan tanpa tanaman tidak akan ada kehidupan bagi manusia dan hewan di bumi. Sebagian besar bakteri tidak berbahaya, tetapi beberapa menyebabkan beberapa penyakit.
 
Allah Subhanahu Wa ta’ala memberikan lalat kemampuan untuk membawa kuman pada satu sayap dan obat penawar pada yang lain. Kalau tidak, spesies lalat akan binasa sekarang, semua terkena kuman. Namun, mereka masih ada di lebih dari 87.000 spesies.
 
Metode yang para peneliti gunakan cukup sederhana, yaitu mengkultivasi (menumbuhkan) air steril yang telah dicelupkan lalat ke media Agar [media yang berasal dari musilaginosa kering yang diekstrak dari ganggang mereh, yang mencari pada suhu 100°C dan memadat pada suhu 40°C yang tidak dapat dicerna oleh mikroba,]kemudian mengidentifikasi mikroba yang tumbuh.
 
Lalat yang digunakan ada beberapa spesies, dan sample yang digunakan untuk tiap spesies terdiri dari dua sample, yaitu
  1. sample air steril dimana lalat dimasukkan sedemikian rupa sehingga hanya pada bagian sayap lalat saja, dan
  2. sample air steril yang dimasukkan lalat yang dicelup seluruh tubuhnya. Semua ini dilakukan secara aseptis (bebas mikroba) di ruangan khusus, untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi luar yang akan membuat hasil penelitian menjadi bias.
Setelah itu, sampel air tadi dikultivasi ke media Agar dan diinkubasi selama beberapa harisehingga kultur (biakan) mikroba tumbuh dan tampak secara jelas. Hasil kultur mikroba tersebut diidentifikasi untuk mengetahui jenis mikroba tersebut. 
 
Berikut ini adalah hasilnya :
Spesies Lalat A 
Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).
Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa
membenamkannya.
Hasil Penelitian  :
Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, pada awal mulanya tampak tumbuh koloni kecil tipe E. Coli, namun pertumbuhannya terhambat oleh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang dapat memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi.
 
Spesies Lalat B
Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).
Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.
Hasil Penelitian:
Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe Coynobacterium dephteroid, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotic yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan  ersifat antibakteri dan antifungi.
 
Spesies Lalat C
Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).
Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.
Hasil Penelitian:
Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe Staphylococcus sp., yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh mikroorganisme  yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi. Hasil yang serupa diperoleh untuk jenis lalat lain yang banyak mengandung bakteri patogen Salmonella sp. dan Proteus sp., yang terhambat oleh pertumbuhan Actinomyces.
 
Kesimpulan :
Masuknya lalat pada makanan atau minuman, dengan  dan tanpa dicelup, ternyata  memberikan hasil berbeda yang secara  signifikan. Hal ini membenarkan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bahwa pada sayap lalat itu terdapat penyakit sekaligus penawarnya.
 
Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Universitas Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang hadits lalatdan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Baru di zaman sekarang, para pakar penyakit bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepalanya bahwa obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.
 
Subhanallah, 14 abad yang lalu, seseorang bisa memberikan informasi seperti ini tanpa ada riset. Masihkah ada yang mencoba menyangkal kerasulan Beliau ??
 
Maha benar Allah dan nyatalah kebenaran Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam yang menjadi penyampai wahyu-Nya .
 
Sumber : http://ammarbinyasirclass.blogspot.com/2012/01/lalat-satu-bukti-kebenaran-hadits-nabi.html