STUDY NOT ONLY IN THE CLASSROOM
Some students can`t receive theory of knowledge. They need practice in real activities
SPEAKING PRACTICE
They students can be more creative when we give them space to upgrade their imaginations
HIGH MOTIVATION FOR READING
To be success, they must have high motivation, high spirit, high dream, and NO SUCCESS WITHOUT STRUGGLE
SPEAKING PRACTICE
To make them can speak English fluently sometime we need NEW SETTING and CONDITION
HEALTHY
We make have high adrenalin. Outbound is one way to make them be more brave and confident
LET THEM BE THEIR SELVES
When we give them chance and time to be their selves. They can be unique people
LET THEM BE CREATIVE
Should be appreciated what they have done. They can find the new ones
Tampilkan postingan dengan label Inspirative. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirative. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Agustus 2014
1 Hari Belajar Math_Science di Lembah Hijau
Salah satu konten Kurikulum 2013 yang baru saja digulirkan adalah memperlakukan siswa sebagai subjek bukan objek. Ketika siswa sebagai subjek maka menjadikan siswa mampu memecahkan masalah, menggali informasi, berdiskusi, kemudian menyimpulkan. Siswa SDII AL-ABIDIN Surakarta sejak awal atau sebelum digulirkannya Kurikulum 2013 sedikit banyak sudah menerapkan konten dari kurikulum baru ini. Hal ini terbukti dengan adanya Outing Class (Pembelajaran di luar kelas) sebanyak 3 kali / Semester.
Tepatnya hari Rabu, 20 Agustus 2014 siswa kelas 6 mengadakan Outing Class Matematika IPA di Lembah Hijau, Mojolaban, Karangnyar, Jawa Tengah. Di acara tersebut ada beberapa aktifitas siswa yang mengerjakan lembar kerja kelompok yang berkutat seputar ilmu hitung dan ilmu alam tersebut. Diantaranya; kegiatan menanam benih sayuran, kemudian dilanjutkan kerja kelompok menghitung KPK FPB dengan memakai aneka buah sebagai medianya.
Di sesi menanam sayuran; siswa diberikan kesempatan praktek langsung menanam benih sayuran bayam merah, dan sawi. Mereka memasukkan 6 biji sawi di setiap lubang yang telah disiapkan pihak pengelola taman agrobisnis tersebut. Mempraktekan operasi hitung KPK FPB, ada yang unik kali ini karena media yang dipakai adalah buah, diantaranya buah kelengkeng, jambu, dan tomat. Mereka mengerjakan LJK secara berkelompok. Jikan sudah selesai maka mereka diberi kesempatan untuk renang selama 1 jam di kolam renang yang masih di area Lembah Hijau.
Di akhir acara ditutup dengan pembagian es krim untuk setiap anak, dan anak diarahkan untuk mengambil satu ikat besar sayuran kangkung untuk oleh-oleh pulang ke rumah. Sesi makan siang menjadi sesi ending acara outing class Math_Science pagi hingga siang itu. Semoga dengan adanya kegiatan ini memudahkan mereka akan materi KPK FPB dan IPA yang tadinya belum mereka pahami ketika di dalam kelas.
Selasa, 11 Maret 2014
Membaca Puisi Bahasa Arab, dan Pasar Bahasa Inggris
"Express Your Mind in the Languages" atau dalam terjemahan bebasnya adalah "Ekspresikan Pikiranmu ke dalam Bahasa", ya itulah tema yang diangkat dalam kegiatan Outing Class Bahasa yang diselenggarakan anak-anak kelas 5 SDII AL-ABIDIN Surakarta di hari, Selasa, 4 Maret 2014 di halaman belakang depan masjid sekolah.
3 bahasa; Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia yang menjadi alat komunikasi dalam sebuah acara yang dikemas dalam berbagai macam pertunjukan itu. Dari 115 anak dibagi ke dalam 10 kelompok kecil yang disediakan semacam stand. 10 grup itu harus menampilkan beberapa penampilan dalam 3 bahasa tersebut. Diantaranya untuk bahasa Arab : menyanyi dalam bahasa Arab, dan Puisi dalam bahasa Arab. Untuk bahasa Inggris ada 2 macam tampilan juga; News Caster, & singing, serta ada 2 tampilan pula untuk bahasa Indonesia; Drama, dan membaca Puisi.
Dalam kegiatan ini semua anak wajib tampil, tidak ada anak yang tidak aktif dalam kegiatan ini. Mereka mengikuti acara tersebut dengan penuh antusias dan semangat. Acara ini bertujuan; 1. Guna menambah pembiasaan pemakain bahasa Arab & Inggris dalam kegiatan dunia nyata, mengaplikasikan materi yang mereka peroleh di dalam kelas, dan untuk melatih kepercayaan diri mereka untuk bisa unjuk gigi di depan audience atau orang banyak.
Acara ini juga dimeriahkan dengan sesi "Market Time" atau pasar kaget. Setiap kelompok wajib menjajakan jajanan atau apapun yang bisa dijual. Ada yang berupa snack, makanan ringan, juice, dan berbagai alat tulis. Di sesi ini setiap kelompok wajib mendelegasikan 3 orang untuk mengunjungi stand yang lain minimal 5 stand yang harus dikunjungi. Dan yang membuat mereka lebih tertantang adalah mereka proses jual belinya dalam bahasa Inggris.
Di akhir acara ada pembagian reward untuk beberapa tampilan yang terbaik. Yaa..!!! Semoga dengan terlaksananya acara ini dapat mendukung dalam aplikasi bahasa Arab & Inggris dalam keseharian mereka minimal saat berada di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan ini semua anak wajib tampil, tidak ada anak yang tidak aktif dalam kegiatan ini. Mereka mengikuti acara tersebut dengan penuh antusias dan semangat. Acara ini bertujuan; 1. Guna menambah pembiasaan pemakain bahasa Arab & Inggris dalam kegiatan dunia nyata, mengaplikasikan materi yang mereka peroleh di dalam kelas, dan untuk melatih kepercayaan diri mereka untuk bisa unjuk gigi di depan audience atau orang banyak.
Acara ini juga dimeriahkan dengan sesi "Market Time" atau pasar kaget. Setiap kelompok wajib menjajakan jajanan atau apapun yang bisa dijual. Ada yang berupa snack, makanan ringan, juice, dan berbagai alat tulis. Di sesi ini setiap kelompok wajib mendelegasikan 3 orang untuk mengunjungi stand yang lain minimal 5 stand yang harus dikunjungi. Dan yang membuat mereka lebih tertantang adalah mereka proses jual belinya dalam bahasa Inggris.
Di akhir acara ada pembagian reward untuk beberapa tampilan yang terbaik. Yaa..!!! Semoga dengan terlaksananya acara ini dapat mendukung dalam aplikasi bahasa Arab & Inggris dalam keseharian mereka minimal saat berada di lingkungan sekolah.
Selasa, 10 Desember 2013
Market Days Ramaikan SDII Al-Abidin Surakarta
Lima hari telah berlalu, Ujian Akhir Semester 1 telah usai, dan telah kendor urat syaraf ini karena mempersiapkan menghadapi Ujian pekan kemarin. Usaha maksimal dan do`a tentunya sudah dilaksanakan semua anak-anak SDII Al-Abidin, saatnya sekarang tawakal pada Allah SWT terkait hasilnya, namun tetap yakin akan memeproleh nilai yang terbaik. Ketegangan dan kelelahan pekan kemarin langsung terobati tatkala Market Day ramaikan SDII Al - Abidin Surakarta.
Tak seperti biasanya pagi itu aula SDII Al-Abidin ramai dan sesak dipenuhi para siswa yang menjajakan jualannya. Tertata rapi, dan berjejer aneka ragam barang yang dijual Anak-Anak kelas 4 dan 5, mulai dari makanan khas Solo seperti; bakwan, bakmi goreng hingga berbagai macam assesoris. Mereka terlihat sangat gembira dan bangga menunggui para pembeli dari anak-anak kelas 1 -3.
Banyak barang dagangan mereka yang laris, ludes habis tak tersisa. Mereka merasa bangga karena mampu mencari uang saku sendiri pikir hati kecil mereka. Begitu sebaliknya anak-anak yang membeli juga merasa berbeda pekan ini, karena tidak seperti biasanya mereka diperbolehkan membawa uang ke sekolah. Selama ini uang tidak berlaku di SDII Al-Abidin Surakarta, karena voucher adalah alat jual beli di kantin sekolah. Disamping melatih kemandirian, kejujuran, dan keberanian anak-anak; hal ini juga sebagai salah satu kecerdasan anak-anak dalam berwira usaha. Demikian pesan Mrs Warti selaku Waka Kesiswaan SDII Al-Abidin Surakarta.
Semoga dengan Market Day ini semakin mendewasakan mereka akan pentingnya menghargai jerih payah ayah bunda dalam mengais rezeki. Sehingga menjadika mereka mampu mengontrol emosi ketika mempunyai sebuah keinginan yang selama ini ingin selalu dituruti orang tua mereka. Lets come and buy to Market Days in this week...!!!
Minggu, 13 Januari 2013
Kisah Nyata: Jutawan China Jadi Tukang Sapu Jalan
Ada sebagian orang tua yang mempunyai harta kekayaan berlebih (sedikit lebih banyak dari orang pada umumnya), tidak jarang berpesan pada anaknya,"Kamu jangan berteman dengan dia, orang tuanya kan hanya seorang karyawan".
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.
Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka
mengetahui.” (QS Al-Ankabut ayat 64)
"Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja." -Buya Hamka-
Mari kita lihat seorang jutawan China yang rela menjadi tukang sapu demi melatih kemandirian kedua anaknya.
![]() |
| merdeka.com |
Adalah Yu Youzhen, seorang jutawan asal Kota Wuhan, China, yang kini
menjadi bahasan utama di beberapa surat kabar setempat. Pasalnya, untuk
memberikan contoh positif bagi kedua anaknya, Yu rela menjadi tukang
sapu jalan yang hanya menerima upah 1.420 yuan per bulan atau sekitar Rp
2,2 juta.
Uang yang didapatkannya dari upah menyapu jalan tentu tidaklah sebanding dengan pendapatannya saat ini. Yu, yang juga dikenal sebagai pemilik puluhan apartemen, tersebut memiliki aset jutaan yuan yang sangatlah cukup untuk menopang semua kebutuhan hidupnya. Namun, Yu tak ingin terlena dengan apa yang dia miliki sekarang.
Alih-alih bermalas-malasan di rumah dan menghitung semua kekayaannya, Yu tetap memutuskan untuk bekerja sebagai pekerja kebersihan. Pekerjaan tersebut rupanya telah ia lakukan sejak tahun 1998. Semua itu dilakukannya bukan tanpa alasan.
Yu tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya. Pada tahun 1980, ia hanyalah seorang petani sayur miskin di Hongshan, distrik Donghu, desa Huojiawan. Bersama suaminya, Yu harus mau bekerja keras untuk menghemat uang mereka. Setelah bertahun-tahun bekerja dari fajar hingga senja, mereka berhasil menjadi keluarga pertama yang memiliki rumah 3 lantai.
Kala itu, banyak orang yang datang ke Wuhan untuk mencari pekerjaan, dan banyak dari mereka yang membutuhkan tempat tinggal, sehingga Yu mulai menyewakan kamar cadangannya di rumahnya. Setiap kamar sewa menghasilkan sekitar 50 yuan setiap bulan.
Uang itu kemudian digunakan untuk membangun lebih banyak rumah dan menambah lantai. Setelah beberapa tahun, Yu dan suaminya memiliki tiga bangunan 5 lantai, yang sebagian besar disewakan. Beruntung lagi, sesuai dengan kebijakan penggantian dan pembangunan kembali lahan, Yu dan keluarganya mendapat kompensasi 21 apartemen dari pemerintah untuk seluruh rumah yang telah mereka bangun di Huojiawan.
Kekayaan itu tak pelak menyilaukan mata Yu dan suaminya. Ia yang sedari dulu telah bekerja keras tidak ingin kedua anaknya hidup berfoya-foya. Secara pribadi, Yu sangat menyayangkan sikap warga desanya yang sering menyia-nyiakan kekayaan mereka hanya untuk berjudi, minum, dan narkoba. Oleh karenanya, Yu bertekad akan mendidik anak-anaknya dengan memberi contoh yang baik. Salah satunya dengan menjadi tukang sapu jalan.
Ia bekerja sejak pukul 3 pagi selama enam hari dalam seminggu. Untuk membersihkan jalanan sepanjang 3 km, ia bahkan harus menghabiskan 6 jam sehari. Yu tidak hanya menyapu jalan, tetapi juga membersihkan semua tong sampah yang terdapat di sepanjang jalan.
"Saya ingin memberi contoh untuk putra dan putri saya. Seseorang tidak bisa hanya duduk di rumah dan 'menggerogoti' semua kekayaannya," kata Yu ketika ditanya perihal alasannya bekerja sebagai pembersih jalan, sebagaimana dilansir Oddtycentral (10/1).
Yu juga memperingatkan kedua anaknya untuk tetap bekerja sebagaimana mestinya. Jika tidak, ia mengancam untuk menyumbangkan semua hartanya pada negara. Kini, anak laki-lakinya telah bekerja sebagai supir di area Donghu Scenic dan digaji lebih dari 2.000 yuan per bulan, sedangkan putrinya bekerja di sebuah perkantoran dengan upah 3.000 yuan per bulan.
Setiap orang punya cara tersendiri untuk memaknai hidup. Namun, apakah hidup hanya sebatas kepuasan diri untuk apa yang telah kita dapatkan? Ataukah kita tetap berjuang seperti apa yang dilakukan Yu sepanjang hidupnya?
Uang yang didapatkannya dari upah menyapu jalan tentu tidaklah sebanding dengan pendapatannya saat ini. Yu, yang juga dikenal sebagai pemilik puluhan apartemen, tersebut memiliki aset jutaan yuan yang sangatlah cukup untuk menopang semua kebutuhan hidupnya. Namun, Yu tak ingin terlena dengan apa yang dia miliki sekarang.
Alih-alih bermalas-malasan di rumah dan menghitung semua kekayaannya, Yu tetap memutuskan untuk bekerja sebagai pekerja kebersihan. Pekerjaan tersebut rupanya telah ia lakukan sejak tahun 1998. Semua itu dilakukannya bukan tanpa alasan.
Yu tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya. Pada tahun 1980, ia hanyalah seorang petani sayur miskin di Hongshan, distrik Donghu, desa Huojiawan. Bersama suaminya, Yu harus mau bekerja keras untuk menghemat uang mereka. Setelah bertahun-tahun bekerja dari fajar hingga senja, mereka berhasil menjadi keluarga pertama yang memiliki rumah 3 lantai.
Kala itu, banyak orang yang datang ke Wuhan untuk mencari pekerjaan, dan banyak dari mereka yang membutuhkan tempat tinggal, sehingga Yu mulai menyewakan kamar cadangannya di rumahnya. Setiap kamar sewa menghasilkan sekitar 50 yuan setiap bulan.
Uang itu kemudian digunakan untuk membangun lebih banyak rumah dan menambah lantai. Setelah beberapa tahun, Yu dan suaminya memiliki tiga bangunan 5 lantai, yang sebagian besar disewakan. Beruntung lagi, sesuai dengan kebijakan penggantian dan pembangunan kembali lahan, Yu dan keluarganya mendapat kompensasi 21 apartemen dari pemerintah untuk seluruh rumah yang telah mereka bangun di Huojiawan.
Kekayaan itu tak pelak menyilaukan mata Yu dan suaminya. Ia yang sedari dulu telah bekerja keras tidak ingin kedua anaknya hidup berfoya-foya. Secara pribadi, Yu sangat menyayangkan sikap warga desanya yang sering menyia-nyiakan kekayaan mereka hanya untuk berjudi, minum, dan narkoba. Oleh karenanya, Yu bertekad akan mendidik anak-anaknya dengan memberi contoh yang baik. Salah satunya dengan menjadi tukang sapu jalan.
Ia bekerja sejak pukul 3 pagi selama enam hari dalam seminggu. Untuk membersihkan jalanan sepanjang 3 km, ia bahkan harus menghabiskan 6 jam sehari. Yu tidak hanya menyapu jalan, tetapi juga membersihkan semua tong sampah yang terdapat di sepanjang jalan.
"Saya ingin memberi contoh untuk putra dan putri saya. Seseorang tidak bisa hanya duduk di rumah dan 'menggerogoti' semua kekayaannya," kata Yu ketika ditanya perihal alasannya bekerja sebagai pembersih jalan, sebagaimana dilansir Oddtycentral (10/1).
Yu juga memperingatkan kedua anaknya untuk tetap bekerja sebagaimana mestinya. Jika tidak, ia mengancam untuk menyumbangkan semua hartanya pada negara. Kini, anak laki-lakinya telah bekerja sebagai supir di area Donghu Scenic dan digaji lebih dari 2.000 yuan per bulan, sedangkan putrinya bekerja di sebuah perkantoran dengan upah 3.000 yuan per bulan.
Setiap orang punya cara tersendiri untuk memaknai hidup. Namun, apakah hidup hanya sebatas kepuasan diri untuk apa yang telah kita dapatkan? Ataukah kita tetap berjuang seperti apa yang dilakukan Yu sepanjang hidupnya?
Allah berfirman QS. Al-Hadid : 20
“Ketahuilah oleh
kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu
yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta
berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang
karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian
tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi
hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari
Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20).
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya.
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat. #BERSIHKAN
HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
*** Source: http://www.merdeka.com/
Kamis, 29 November 2012
Semangat Dakwah Seorang Anak di Amsterdam, Membawa Hidayah Kepada Seorang Nenek
Ada kisah menarik tentang semangat dakwah, yang disampaikan oleh DR.
Muhammad Ratib an-Nabulsy saat Khuthbah Jumat tertanggal 2 Juli 2010.
Sebuah kisah inspiratif terjadi di Amsterdam yang sangat menarik untuk
disimak. Berikut ini Penulis paparkan dengan terjemah bebas dan sedikit
diringkas.
“Menjadi kebiasaan di hari Jumat, seorang Imam masjid dan anaknya
yang berumur 11 tahun membagi brosur di jalan-jalan dan keramaian,
sebuah brosur dakwah yang berjudul “Thariiqun ilal jannah” (jalan menuju jannah).
Tapi kali ini, suasana sangat dingin ditambah rintik air hujan yang
membuat orang benar-benar malas untuk keluar rumah. Si anak telah siap
memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dinginnya udara, lalu
ia berkata kepada sang ayah,
“Saya sudah siap, Ayah!”
“Siap untuk apa, Nak?”
“Ayah, bukankah ini waktunya kita menyebarkan brosur ‘jalan menuju jannah’?”
“Udara di luar sangat dingin, apalagi gerimis.”
“Tapi Ayah, meski udara sangat dingin, tetap saja ada orang yang
berjalan menuju neraka!” “Saya tidak tahan dengan suasana dingin di
luar.”
“Ayah, jika diijinkan, saya ingin menyebarkan brosur ini sendirian.”
Sang ayah diam sejenak lalu berkata, “Baiklah, pergilah dengan membawa beberapa brosur yang ada.”
Anak itupun keluar ke jalanan kota untuk membagi brosur kepada orang
yang dijumpainya, juga dari pintu ke pintu. Dua jam berjalan, dan brosur
hanya tersisa sedikit saja. Jalanan sepi dan ia tak menjumpai lagi
orang yang lalu lalang di jalanan. Ia pun mendatangi sebuah rumah untuk
membagikan brosur itu. Ia pencet tombol bel rumah, namun tak ada
jawaban. Ia pencet lagi, dan tak ada yang keluar. Hampir saja ia pergi,
namun seakan ada suatu rasa yang menghalanginya. Untuk kesekian kali ia
kembali memencet bel, dan ia ketuk pintu dengan lebih keras. Ia tunggu
beberapa lama, hingga pintu terbuka pelan. Ada wanita tua keluar dengan
raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam Wanita itu berkata,
“Apa yang bisa dibantu wahai anakku?”
Dengan wajah ceria, senyum yang bersahabat si anak berkata, “Nek,
mohon maaf jika saya mengganggu Anda, saya hanya ingin mengatakan, bahwa
Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda, dan saya membawa brosur
dakwah untuk Anda yang menjelaskan bagaimana Anda mengenal Allah, apa
yang seharusnya dilakukan manusia dan bagaimana cara memperoleh
ridha-Nya.”
Anak itu menyerahkan brosurnya, dan sebelum ia pergi wanita itu sempat berkata, “Terimakasih, Nak.”
Sepekan Kemudian
Usai shalat Jumat, seperti biasa Imam masjid berdiri dan menyampaikan
sedikit taushiyah, lalu berkata, “Adakah di antara hadirin yang ingin
bertanya, atau ingin mengutarakan sesuatu?”
Di barisan belakang, terdengar seorang wanita tua berkata,
“Tak ada di antara hadirin ini yang mengenaliku, dan baru kali ini
saya datang ke tempat ini. Sebelum Jumat yang lalu saya belum menjadi
seorang muslimah, dan tidak berfikir untuk menjadi seperti ini
sebelumnya. Sekitar sebulan lalu suamiku meninggal, padahal ia
satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini. Hari Jumat yang lalu,
saat udara sangat dingin dan diiringi gerimis, saya kalap, karena tak
tersisa lagi harapanku untuk hidup. Maka saya mengambil tali dan kursi,
lalu saya membawanya ke kamar atas di rumahku. Saya ikat satu ujung tali
di kayu atap. Saya berdiri di kursi, lalu saya kalungkan ujung tali
yang satunya ke leher, saya memutuskan untuk bunuh diri.
Tapi, tiba-tiba terdengar olehku suara bel rumah di lantai bawah.
Saya menunggu sesaat dan tidak menjawab, “paling sebentar lagi pergi”,
batinku.
Tapi ternyata bel berdering lagi, dan kuperhatikan ketukan pintu
semakin keras terdengar. Lalu saya lepas tali yang melingkar di leher,
dan saya turun untuk sekedar melihat siapa yang mengetuk pintu.
Saat kubuka pintu, kulihat seorang bocah berwajah ceria, dengan
senyuman laksana malaikat dan aku belum pernah melihat anak seperti itu.
Ia mengucapkan kata-kata yang sangat menyentuh sanubariku, “Saya hanya
ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda.”
Kemudian anak itu menyodorkan brosur kepadaku yang berjudul, “Jalan
Menuju Jannah.”
Akupun segera menutup pintu, aku mulai membaca isi brosur. Setelah
membacanya, aku naik ke lantai atas, melepaskan ikatan tali di atap dan
menyingkirkan kursi. Saya telah mantap untuk tidak memerlukan itu lagi
selamanya.
Anda tahu, sekarang ini saya benar-benar merasa sangat bahagia,
karena bisa mengenal Allah yang Esa, tiada ilah yang haq selain Dia.
Dan karena alamat markaz dakwah tertera di brosur itu, maka saya
datang ke sini sendirian utk mengucapkan pujian kepada Allah, kemudian
berterimakasih kepada kalian, khususnya ‘malaikat’ kecil yang telah
mendatangiku pada saat yang sangat tepat. Mudah-mudahan itu menjadi
sebab selamat saya dari kesengsaraan menuju kebahagiaan jannah yang
abadi.
Mengalirlah air mati para jamaah yang hadir di masjid, gemuruh
takbir. Allahu Akbar. Menggema di ruangan. Sementara sang Imam turun
dari mimbarnya, menuju shaf paling depan, tempat dimana puteranya yang
tak lain adalah ‘malaikat’ kecil itu duduk. Sang ayah mendekap dan
mencium anaknya diiringi tangisan haru. Allahu Akbar!”
Lihatlah bagaimana antusias anak kecil itu tatkala berdakwah, hingga
dia mengatakan “Tapi Ayah, meski udara sangat dingin, tetap saja ada
orang yang berjalan menuju neraka!” Ia tidak bisa membiarkan manusia
berjalan menuju neraka. Ia ingin kiranya bisa mencegah mereka, lalu
membimbingnya menuju jalan ke jannah.
Lihat pula bagaimana ia berdakwah, menunjukkan wajah ceria dan
memberikan kabar gembira, “Saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah
mencintai Anda dan akan menjaga Anda.” Siapa yang tidak trenyuh hati
mendengarkan kata-katanya?
Berdakwah dengan apa apa yang ia mampu, juga patut dijadikan teladan.
Bisa jadi,tanpa kita sadari, cara dakwah sederhana yang kita lakukan
ternyata berdampak luar biasa. Menjadi sebab datangnya hidayah bagi
seseorang. Padahal, satu orang yang mendapat hidayah dengan sebab dakwah
kita, lebih baik baik bagi kita daripada mendapat hadiah onta merah.
Wallahu a’lam bishawab.
Sumber: arrisalah.net
Senin, 12 November 2012
Guru SD itu “unik”
![]() |
| http://www.moorlandpottery.co.uk/images/teacher.jpg |
Ada sebuah pengalaman menarik ketika saya
mengajar di sbuah SD Negeri yaitu ketika bel masuk kelas sudah berbunyi, karena
saya On the job training (PPL) maka saya langsung mengambil buku ajar
saya dan ingin segera menuju kelas bertemu dengan anak-anak. Namun saya sungguh
kaget ketika beberapa guru yang notabene berstatus PNS berkata,”Nanti dulu mas
jangan tergesa-gesa masuk kelasnya, terlambat barang 10 menit juga tidak
apa-apa”.
Cerita yang kedua adalah dari ibu mertua saya
yang dia guru Bhs. Indonesia di salah satu SMP Negeri, status ibu saya juga
Guru PNS. Pagi itu hari senin seperti biasa di sekolahannya ada kegiatan rutin
upacara bendera, kebetulan pagi itu ibu mertua saya dari rumah sudah telat, dia
tergesa-gesa sekali takut telat sampai dia ngebut naik motornya. Namun sungguh
kaget ketika ia sampai di kantor guru yang ada para guru malah pada enak
ngobrol & juga membaca koran. Karena merasa telat dia langsung menuju
kelapangan, tambah terkejut lagi ketika ibu mertua saya sampai di lapangan
ternyata hanya ada satu guru yang dia sudah di lapangan upacara, dan dia adalah
Bapak Kepala Sekolah padahal waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 07.20 (kurang
lebih). Dari dua kejadian nyata itu, kemudian dalam benak saya bertanya, bagaimana
muridnya akan disiplin jika para gurunya mempunyai mental seperti itu. Walaupun
memang dua kejadian nyata itu tidaklah cukup menggambarkan semua guru PNS
seperti itu. Dengan melihat yang demikian akhirnya saya memutuskan tetap jadi
guru, tetapi sebagai guru Luar Negeri (Swasta) di sebuah sekolah dasar
berstandar internasional yang kota bengawan, Kota Surakarta atau yang lebih
dikenal Kota Solo.
Selama kurang lebih 3 tahun saya sebagai guru
Bhs. Inggris di sekolah tersebut ada hal yang sangat kontradiksi atmosfernya
yang saya rasakan dengan sekolah yang saya ceritakan di paragraf awal;
kedisiplinan, ketepatan waktu, kerjasama, kekeluargaan, dst sangatlah berbeda.
Ada hal yang membuat saya terkesan adalah salah satu guru kurang lebih 2 bulan
yang lalu berkata pada saya,”Jika ingin cari uang jangan di sini, di sini itu
jadikan sebagai second income. Jika bapak bekerja di sini orientasinya
materi maka bapak akan banyak kecewanya. Jadikan tempat ini untuk menggali
potensi, menjadikan kita dekat dengan dunia anak, tempat beramal ibadah, dan
jadilah guru yang unik. Maka bapak akan dikangeni anak-anak”.
Iya, betul sekali di sekolah kami yang notabene
sebagai sekolah full day dari jam 07.00 – 15.30 memang sangatlah
menguras tenaga, pikiran, beban mental, dan waktu. Sangatlah berbeda dengan
guru PNS SD yang hanya masuk dari jam 07.00 – 12.00 dengan gaji yang sangat
tinggi saat ini apalagi yang sudah sertifikasi dengan gaji yang sangat menggiurkan.
Benar adanya jikalaulah dengan jam kantor sedemikian panjang kemudian
membandingkan dengan apa yang kita dapatkan sungguh benar, ya benar mungkin
kita akan banyak merasa kecewanya.
Dua kalimat terakhir yang membuat saya lebih
terkesan lagi “jadilah guru yang unik. Maka bapak akan dikangeni
anak-anak”. Ya, menjadi guru SD yang unik itu ternyata tidak mudah, unik
dalam kamus bahasa Indonesia mempunyai pengertian sesuatu yang lain daripada
yang lainnya, bisa juga diartikan sesuatu yang langka, aneh atau janggal. Kata
unik itu sendiri mempunyai pengertian sesuatu yang tidak lazim atau umum yang
dijumpai di masyarakat, sehingga menjadikan sesuatu tersebut spesial dan
istimewa. Karena spesial dan keistimewaan itulah banyak dicari orang dan mempunyai
harga(khusus) di masyarakat.
Selama kurang lebih 3 tahun ini sebagai guru Bhs.
Inggris di tempat saya ngajar secara langsung maupun tidak langsung saya
menemukan ciri atau trik agar kita menjadi GURU UNIK, ya terkhusus lagi Guru SD
yang unik. Maka kita harus pandai bermain peran, diantaranya :
1.
Pendidik
Sebagai guru SD di samping
sebagai pengajar (transfer knowledge), kita juga berperan sebagai
pendidik. Karena SD adalah pendidikan dasar, ibarat sebuah bangunan bila
landasan kokoh & kuat maka tembok akan kuat kokoh pula. Maka di sekolah
kami juga menanamkan pendidikan karakter. Setiap hari kita mengajarkan
bagaimana beribadah yang benar, berbakti pada orang tua, menghormati yang tua,
tata cara makan, dst. Kita tanamkan pada benak mereka bahwa mendapatkan nilai
10, 9, & 8 di mata pelajaran itu mudah. Akan tetapi menjadi anak yang baik,
jujur, taat pada orang tua, guru, bersahaja, disipilin, & tanggung jawab
adalah yang terpenting. Ternyata kita amati anak yang mempunyai karakter &
kepribadian yang baik berbanding lurus dengan nilai akademis yang baik pula. Ketika
karakter baik sudah tertanam, untuk menjadikan mereka tanggung jawab belajar
lebih mudah.
2.
Orang tua
Sebagai guru SD yang unik kita
harus berperan sebagai orang tua kedua mereka. Kita harus tahu kebiasaan murid
kita, kesukaan murid kita, kelemahan dan kekurangan murid kita. Sebagai guru
kita harus tahu model karakter belajar mereka secara individu; apakah auditory,
visual, atau kinestetik. Bila kita sudah tahu betul siapa mereka maka akan
mudah kita menyelami dunia mereka. Maka dengan itu di sekolah kami menerapkan
sekolah Multiple Intelegence. Ketika kita sudah menempatkan diri sebagai
orang tua mereka, kita harus siap memberi kenyamanan ketika mereka lagi di
rundung masalah, & juga kita harus siap mendorong mereka ketika mereka
dalam kondisi berprestasi. Selalu berikan label – label positif pada mereka bukan dengan label negatif.
3.
Teman
Ya, jadilah teman akrab
mereka, seorang guru yang unik adalah sahabat yang baik buat siswa-siswanya
bukan sebagai seorang musuh. Guru yang unik adalah sahabat bermain, sahabat
bercerita, sahabat belajar, & teman senda gurau bagi murid-muridnya dengan
batasan-batasan yang wajar. Siswa sangat senang ketika bertemu guru yang ramah
dan bisa mengerti keadaan mereka, siswa juga paling tidak suka dengan guru yang
jaim (jaga image) yang merasa dia lebih tinggi dari segala-galanya. Maka kami
sebagai guru menempatkan kapan bisa menjadi teman atau sahabat bagi siswa-siswa
kita, kapan harus bisa menjadi guru yang dihormati dan didengarkan
penjelasannya. Kita menjadi pendengar yang baik dan aktif meskipun pertanyaan
itu sepele. Hal ini bisa membuat siswa menjadi nyaman dengan kita karena
menghargai pertanyaannya. Ikutlah merasakan apa yang dirasakan siswa kita
didalam kelas.
4.
Motivator
Sebagai guru yang unik kita
juga harus bisa menjadi seorang motivator yang ulung. Di sekolah kami, ternyata
banyak anak – anak yang mereka lebih menurut pada gurunya daripada pada orang
tua mereka sendiri. Maka kita membiasakan mengingatkan ibadah mereka, & jam
belajar mereka by SMS ketika mereka sudah berada di rumah. Komunikasi dengan
orangtua selalu kita bangun. Maka sebagai guru SD yang unik kita menempatkan
satu jam khusus untuk motivasi belajar.
5.
Penghibur
Guru yang unik harus pula bisa
sebagai penghibur, bila perlu kita bisa menjadi “badut” buat mereka. Ini biasa
kita lakukan dengan sering bercerita dan mendongeng buat mereka. Karena dengan
bercerita memiliki kelebihan dibandingkan dengan menasehati secara lansung,
diantaranya; dengan bercerita bisa menyisipkan nasehat tanpa harus dengan kata
perintah, dengan bercerita kita sebagai guru mampu melarang anak tanpa ada kata
larangan, dan dengan bercerita ternyata pesan / nasehat mudah diingat. Mari
kita sisipkan cerita dalam penyampaian materi kita, secara tidak langsung kita
sudah menjadi penghibur buat anak didik kita. Dan itu menjadi ciri khusus guru
yang unik. Jadi, hiburlah mereka maka kau akan menjadi guru yang unik buat
mereka.
6.
Kreatif
Menjadi ciri khas kami pula guru
yang unik adalah kita harus selalu kreatif, punya ide-ide pembelajaran baru. Karena
itu akan sangat berguna untuk sebuah kegiatan yang rutin kita lakukan yakni Opening
theme / Pembukaan Tema untuk kelas 1 & 2, dan Outing Class /
Belajar di luar ruangan. Setelah beberapa saat kegiatan belajar berada di dalam
kelas, maka Opening theme & Outing Class adalah kegiatan
keluar yang paling disukai dan diminati anak-anak. Menjadikan mereka lebih
paham teori yang selama ini didapat di kelas, karena di Opening theme &
Outing Class secara langsung mereka mempraktekan apa mereka dapat di
dalam kelas sehingga menjadikan mereka lebih paham dengan apa yang selama ini
yang hanya bersifat imaginatif. Karena tidak semua materi bisa dijelaskan cukup
dengan teori saja. Ada banyak materi yang harus praktek dilapangan.
Itulah 6 ciri guru SD yang unik yang selama ini
saya dapat. Ketika kita merasa spesial, istimewa, unik dan menarik, merasa
diperlukan dan tak tergantikan orang lain. Maka kita akan menemukan kebahagian
yang luar biasa ketika kita diperlakukan sangat spesial, istimewa, diperlukan
banyak orang dan bermanfaat bagi banyak orang.
Dengan demikian kehadiran seorang guru selalu
ditunggu-tunggu siswanya dikelas, sementara ketidak hadirannya merupakan suatu
kerinduan dan kecintaan antara siswa dan guru tersebut. Jika kita selalu
berpikiran orang lain bisa kenapa kita tidak? Maka tidak ada yang tidak
mungkin, sebelum kita pernah mencobanya. Maka jadilah guru yang akan selalu
mereka kenang sepanjang hayat mereka, jadikan kita pahlawan di benak hati
sanubari mereka.
Kata terakhir saya, I AM TEACHER, YOU KNOW???!!!
Senin, 15 Oktober 2012
"GURU PALING NGEBLOG" Kompasiana 2012, Siapa mau ikut !
Di antara banyak profesi yang ada di dunia, guru adalah salah satu
profesi yang paling mulia. Beragam kisah, baik pro dan kontra,
menunjukkan eksistensi seorang guru dalam menekuni bidang pendidikan.
Kehadiran seorang guru begitu dipuji tatkala dia berhasil menciptakan
seorang murid menjadi orang yang sukes. Namun, tak jarang pula, guru
dicibir jika terdapat kesalahan pada sang murid.
Sebagai bentuk penghargaan kepada guru, Kompasiana akan memberikan sebuah perhargaan “Guru Paling Ngeblog” dalam rangkaian kegiatan Kompasianival 2012. Anda dapat mencalonkan diri sendiri atau blogger-berprofesi-guru lainnya.
Bagaimana cara menominasikan calon Guru Paling Ngeblog? Pendaftaran nominator dilakukan lewat email ke kompasiana[at]kompasiana[dot]com dengan subjek Guru Paling Ngeblog. Sertakan data berikut:
- Identitas nominator: Nama calon, tempat tugas (nama sekolah), masa pengabdian, identitas profesi (atau bukti lain untuk verifikasi profesi)
- Deskripsi calon dan alasan pencalonan sebagai Guru Paling Ngeblog (promosi nominator)
- Alamat akun Kompasiana nominator
- Alamat blog nominator di luar Kompasiana (jika ada)
- Minimal satu alamat jejaring sosial nominator (Facebook, Twitter, Linked In, Google Plus, Slideshare, Youtube, dll)
Selanjutnya, tim juri akan menilai nominator-nominator yang masuk dan
menetapkan peraih penghargaan Guru Paling Ngeblog. Semakin banyak akun
blog dan jejaring sosial yang dimiliki, semakin aktif seorang guru di
media sosial, serta semakin besar pengaruh dan popularitasnya di
kalangan pengguna media sosial lain, maka semakin besar peluang yang
dimiliki.
Pengumuman Guru Paling Ngeblog dan Guru Paling Favorit akan dilaksanakan
pada acara puncak Kompasianival 2012 yang berlangsung pada Sabtu, 17
November 2012 di Skeeno Hall Gandaria City, Jakarta.
Ayo, tunggu apalagi? Daftarkan diri Anda atau orang yang Anda kenal
untuk jadi Guru Paling Ngeblog Kompasiana dan dapatkan gadget serta
piagam penghargaan dari Kompasiana untuk pemenang.
Info lebih lengkap bisa dibuka : http://blog.kompasiana.com/2012/10/11/ikuti-pemilihan-guru-paling-ngeblog-kompasiana-pra-event-kompasianival-2012/
Kamis, 04 Oktober 2012
Inspiratif_Batu, Kerikil, & Pasir
| Image: OC_English Arabic SDII Al-Abidin |
Seorang guru berdiri di depan kelas, di
hadapannya ada beberapa benda. Ketika masuk waktu pelajaran, ia
mengambil sebuah wadah besar bekas tempat cat lalu mengisinya dengan
batu berdiameter kurang lebih 2 cm. Setelah penuh ia bertanya kepada
murid-muridnya, "Apakah tempat ini sudah penuh?" Murid-muridnya
menjawab, "Ya...!!!".
Kemudian pak guru mengambil sekaleng
batu kerikil lalu menuangkannya ke dalam wadah tadi. Ia kemudian dengan
lembut menggoyang - goyang wadah itu sehingga batu - batu kecil tadi
menggelinding mengisi ruang di antara batu - batu. Ia lalu bertanya
kepada murid - muridnya, "Apakah tempat ini sudah penuh?" Murid -
muridnya menjawab, "Ya."
Pak Guru kemudian mengambil sekaleng
pasir lalu menuangkannya ke dalam wadah tadi. Pasir itu pun segera
mengisi ruang - ruang kosong di antara batu dan kerikil.
"Nah, sekarang," kata Pak Guru, "Aku
ingin kalian memahami bahwa demikianlah sesungguhnya kehidupan kalian.
Batu itu merupakan hal - hal penting dalam kehidupan kalian, seperti :
Keimanan, Sholat, keluarga, pasangan hidup, kesehatan, dan anak - anak
kalian, yaki semua hal yang sangat penting bagi kalian, yang bila kalian
tidak mengurusnya dengan baik, boleh jadi kalian akan sengsara. Kerikil
adlah hal - hal lain yang kedudukannya lebih rendah, tapi berpengaruh
pada kehidupan kalian, seperti : pekerjaan, rumah, kendaraan, atau
mobil. Pasir adalah hal - hal yang kedudukannya kurang begitu penting.
Apabila kalian mengisi wadah ini dengan pasir terlebih dahulu, maka batu
dan kerikil tidak akan mendapat tempat. Demikian juga kehidupan kalian,
kalau kalian habiskan tenaga dan waktu kalian untuk hal - hal yang sia -
sia, maka kalian tidak akan berhasil melakukan pekerjaan yang penting
bagi kehidupan kalian.
Oleh karena itu, perhatikanlah hal - hal
yang penting bagi kalian, lewatkan waktu kalian bersama anak - anak,
sholat, berbakti pada orang tua, ibadah - ibadah yang bermanfaat
lainnya, dan juga sediakan waktu untuk melihat aktivitas anak - anak.
Adapun waktu untuk kerja, membersihkan rumah, menagdakan pertemuan,
makan bareng, memperbaiki kerusakan akan selalu ada.
So, utamakan batu, yakni hal - hal yang penting, lalu tetapkan urutan prioritas, yang lain hanyalah pasir...
Source : Author Unknown, 2005, Hikmah Dari Seberang Hal.85-86
Rabu, 02 Mei 2012
Kisah Seorang Pemuda yang Sembuh dari Lumpuh Berkah dari Kesabarannya
Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al
Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya,
selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer.
Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya
yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan
tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.
Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin
senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat
pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya
menjadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga
karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya
tidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya
mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda
itu sekitar 10% saja.
Pada saat Dr.Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu
tak berdaya diatas ranjangnya. Dr.Khalaid datang untuk menghiburnya.
Namun Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda
it cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali
terpancar cahaya dan kilauan iman.
”Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat-sehat saja. Saya berdoa
kepada Allah Subhanahu wa Taa’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata
Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu
menjawab,”Terimakasih untuk doamu. Sesunggunya saudaraku, mungkin saat
ini Allah tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an.
Allah menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh
ini adalah nikmat yang tiada terkira.”
Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimna mungkin
cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai
suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat
berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda
itu.
Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah Shallallahu A’laihi
Wassallam : ” Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Seluruh
perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin.
Ketika ia dikaruniai kesengangan ia bersyukur, maka hal iti baik
baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar
dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)
Jujur saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu.
Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda
berkata,”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Pemuda itu
menjawab,”Sungguh saya amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh.
Jika kesembuhan itu yang terbaik bagi Allah, aku bersyukur. Namun,
apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agar aku tidak
melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah Maha Tahu
yang terbaik untukku.
Allahu Akbar, betapa kalimat itu sangat menggetarkan. Setelah
peristiwa itu Dr.khalid menempuh program magisternya ke luar kota.
Beberapa bulan setelah itu ia kembali dan yang pertama diingatnya adalah
pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,”Paling saat ini ia
sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia
digotong.”
Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang
penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid
menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senang sekali
melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.
Pemuda itu dengan spontan menyampaikan kabar gembira yang tak terduga
”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya
penuh semangat. ”Subhanallah” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali
membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal
keimanannya.
Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama
empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda
sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima
kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat
yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya
sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupkan kembali
menjadi manusia yang utuh.
Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu.
Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia
menoleh dan pandangan di hadapannya membuatnya terpana. Ia tak mapu
mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallahi (Demi Allah -red) yang berdiri
di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di
hadapannya kini ia dapat berjalan kembali dengan normal dan segar
bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang dapat memunculkan
keajaiban.
Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu
dan senang akan karunia Allah berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu.
Kedua ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk
mensyukuri nikmat-nikmatNya.
Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia
diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi
Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya
terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak
mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid.
Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam
rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanallah,
ia telah menjadi seorang mayor!
Dr.Khalid kembali meneteskan airmatanya. Ia berdoa kepada Allah agar
pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan
islam. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap
hambaNya.
(Ummu Faros, dari penjagaan Allah kepada hamba-hambaNya yang shalih; Khalid Abu Shalih )
Diambil dari : Majalah Elfata, Volume 07 2007, Kasih sayang di Bulan Suro.
(zafaran/muslimahzone.com)
Sabtu, 28 April 2012
Tolong Jangan Katakan Itu Ibu
Di
suatu pagi saya mendengar ibu yang mengeluhkan pada tetangganya
mengenai anaknya yang sangat susah sekali makan. Lalu dalam perbincangan
tersebut sang ibu lainnya juga mengeluhkan anaknya yang kerap sangat
doyan susu, sehingga satu hari bisa menghabiskan sekaleng susu dan ia
pun mengeluhkan biaya yang dikeluarkan dalam sebulan untuk membeli susu.
Ada pula yang tanpa sadar beberapa kali kedapatan menceritakan bahwa
anaknya nakal, tak mau diatur, belum bisa ini, belum bisa itu. Hal ini
terus berlangsung berulang-ulang.
Barangkali maksud sang ibu hanya sekedar sharing dan
mencari solusi. Jika tujuannya mencari solusi atas permasalahan yang
tengah dihadapi bukankah sebaiknya berkonsultasi pada yang ahlinya.
Yang
dikhawatirkan, hal ini malah membuat kita terjebak dengan ber-su'udzon
pada sang buah hati. Sikap su'udzon itu jika terus dibiarkan bisa saja
merambat menjadi su'udzon pada Sang Penciptanya. Bagaimana mungkin ibu
menjadi seorang guru kehidupan bagi anaknya, jika sang guru sendiri
tak percaya dengan kemampuan anaknya.
Ibu tersebut lupa bahwa setiap manusia yang diciptakan Allah Swt. adalah masterpiece. Setiap anak memiliki perbedaan dan keunikan satu sama lain bahkan anak kembar siam sekalipun. Ibu adalah madrasah bagi anaknya.
Ibu tersebut lupa bahwa setiap manusia yang diciptakan Allah Swt. adalah masterpiece. Setiap anak memiliki perbedaan dan keunikan satu sama lain bahkan anak kembar siam sekalipun. Ibu adalah madrasah bagi anaknya.
Allah Swt. menurunkan ayat-Nya bahwa manusia diciptakan dengan sebaik baiknya bentuk.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS At-Tin 95:4).
Manusia turun ke bumi manusia lebih mulia dari malaikat sekalipun.
"Dan
ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, 'Sesungguhnya, aku
akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal )
dari lumpurhitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah
menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh
(ciptaan)-KU, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr: 28- 29).
Manusia
telah diangkat derajatnya oleh Allah, sampai seluruh malaikat pun
diperintahkan untuk bersujud. Namun sayangnya ada manusia yang
merendahkan derajatnya sendiri. Maka yang akan diangkat derajatnya
adalah manusia yang bertaqwa.
Tentulah kita menginginkan anak kita memiliki derajat yang tinggi di mata Allah dan bertaqwa.
Fitrah
manusia adalah belajar. Pernah kah kita memperhatikan bayi yang baru
lahir, jangankan berjalan mengangkat kepala saja belum bisa. benar
benar terkulai lemah. Lalu seminggu kemudian ia mulai bisa mengangkat
kepalanya, kemudian ia belajar duduk, merangkak, merambat lalu berjalan
hingga berlari.
Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah Redudansi Komunikasi atau pengulangan dalam mengomunikasikan suatu pesan. Redudansi komunikasi memiliki kekuatan mempengaruhi alam bawah sadar manusia. Saat seorang ibu terus menceritakan kekurangan anaknya, dan saat itu pula anak tersebut mendengar.
Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah Redudansi Komunikasi atau pengulangan dalam mengomunikasikan suatu pesan. Redudansi komunikasi memiliki kekuatan mempengaruhi alam bawah sadar manusia. Saat seorang ibu terus menceritakan kekurangan anaknya, dan saat itu pula anak tersebut mendengar.
Maka
pesan - pesan yang ia dengar dari sang ibu bisa mempengaruhi alam
bawah sadar sang anak. Perhatikan saja betapa mudahnya anak kita
menghafal lagu- lagu yang setiap pagi kita putar atau jingle - jingle
iklan di televisi . Otak anak bagaikan sponge yang dapat dengan mudah menyerap informasi apapun yang ia dengar, dan lihat.
“Apapun kata yang terucapkan pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid,” (QS.Qaaf : 18)
Bangkitlah
ibu, ikhlaslah menerima apapun kekurangan anak kita. Segeralah
menegakkan kepala. Mari mengubah kekurangannya menjadi kelebihan.
Menutupi kekurangannya dengan kelebihan. Tak ada manusia yang sempurna.
Konsultasikan pada yang dianggap ahli, bukan malah mengumbar
kekurangan anak kita.
Jadilah kamus berjalan bagi anak kita.
Jadilah psikolog langganan buah hati kita.
Jadilah motivator handal untuk anak kita.
Jadilah psikolog langganan buah hati kita.
Jadilah motivator handal untuk anak kita.
Bantulah sang anak menjadi pribadi yang mulia di mata Allah Swt.
Bismillah semoga kita selalu diberikan kekuatan oleh Allah menjaga amanahnya. (Dari berbagai sumber)
ERAMUSLIM > MUSLIMAH
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/yuhyi-lestari-bu-tolong-jangan-katakan-itu.htm
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/yuhyi-lestari-bu-tolong-jangan-katakan-itu.htm
Kisah _ Renungan Ingat Mati
Kisahnya
dari seorang teman yang waktu itu nampak begitu rajin beribadah, saat shalat
tak lepas dari linang air mata, shalat tahajud pun tak pernah putus, bahkan
anak dan istrin...ya diajak pula untuk berjamaah ke mesjid. Selidik punya
selidik, ternyata saat itu dia sedang menanggung utang. Karenanya diantara
ibadah-ibadahnya itu dia selipkan pula doa agar utangnya segera terlunasi.
Selang beberapa lama, ALLOH Azza wa Jalla, Zat yang Mahakaya dan Maha
Mengabulkan setiap doa hamba-Nya pun berkenan melunasi utang rekan tersebut.
Sayangnya begitu utang terlunasi doanya mulai jarang, hilang pula motivasinya untuk
beribadah. Biasanya kehilangan shalat tahajud menangis tersedu-sedu,
"Mengapa Engkau tidak membangunkan aku, ya ALLOH?!", ujarnya seakan
menyesali diri.
Tapi lama-kelamaan tahajud tertinggal justru menjadi senang
karena jadwal tidur menjadi cukup. Bahkan sebelum azan biasanya sudah menuju
mesjid, tapi akhir-akhir ini datang ke mesjid justru ketika azan. Hari
berikutnya ketika azan tuntas baru selesai wudhu. Lain lagi pada besok harinya,
ketika azan selesai justru masih di rumah, hingga akhirnya ia pun memutuskan
untuk shalat di rumah saja. Begitupun untuk shalat sunat, biasanya ketika masuk
mesjid shalat sunat tahiyatul mesjid terlebih dulu dan salat fardhu pun selalu
dibarengi shalat rawatib.
Tapi sekarang saat datang lebih awal pun malah
pura-pura berdiri menunggu iqamat, selalu ada saja alasannya. Sesudah iqamat
biasanya memburu shaf paling awal, kini yang diburu justru shaf paling tengah,
hari berikutnya ia memilih shaf sebelah pojok, bahkan lama-lama mencari shaf di
dekat pintu, dengan alasan supaya tidak terlambat dua kali. "Kalau datang
terlambat, maka ketika pulang aku tidak boleh terlambat lagi, pokoknya harus
duluan!" Pikirnya. Saat akan shalat sunat rawatib, ia malah menundanya
dengan alasan nanti akan di rumah saja, padahal ketika sampai di rumah pun
tidak dikerjakan. Entah disadari atau tidak oleh dirinya, ternyata pelan-pelan
banyak ibadah yang ditinggalkan.
Bahkan pergi ke majlis ta'lim yang biasanya
rutin dilakukan, majlis ilmu di mana saja dikejar, sayangnya akhir-akhir ini
kebiasaan itu malah hilang. Ketika zikir pun biasanya selalu dihayati, sekarang
justru antara apa yang diucapkan di mulut dengan suasana hati, sama sekali bak
gayung tak bersambut. Mulut mengucap, tapi hati malah keliling dunia,
masyaallah. Sudah dilakukan tanpa kesadaran, seringkali pula selalu ada alasan
untuk tidak melakukannya.
Saat-saat berdoa pun menjadi kering, tidak lagi
memancarkan kekuatan ruhiah, tidak ada sentuhan, inilah tanda-tanda hati mulai
mengeras. Kalau kebiasaan ibadah sudah mulai tercabut satu persatu, maka inilah
tanda-tanda sudah tercabutnya taufiq dari-Nya. Akibat selanjutnya pun mudah
ditebak, ketahanan penjagaan diri menjadi blong, kata-katanya menjadi kasar,
mata jelalatan tidak terkendali, dan emosinya pun mudah membara. Apalagi ketika
ibadah shalat yang merupakan benteng dari perbuatan keji dan munkar mulai
lambat dilakukan, kadang-kadang pula mulai ditinggalkan.
Ibadah yang lain
nasibnya tak jauh beda, hingga akhirnya meningallah ia dalam keadaan hilang
keyakinannya kepada ALLOH. Inilah yang disebut suul khatimah (jelek di akhir),
naudzhubillah. Apalah artinya hidup kalau akhirnya seperti ini. Ada lagi sebuah
kisah pilu di Batam. Kisahnya ada seorang wanita muda yang tidak bisa menjaga
diri dalam pergaulan dengan lawan jenisnya sehingga dia hamil, sedangkan
laki-lakinya tidak tahu entah kemana (tidak bertanggung jawab).
Hampir putus
asa ketika si wanita ini minta tolong kepada seorang pemuda mesjid. Ditolonglah
ia untuk bisa melakukan persalinan di suatu klinik bersalin, hingga ia bisa
melahirkan dengan lancar. Walau tidak jelas siapa ayahnya, akhirnya si wanita
ini pun menjadi ibu dari seorang bayi mungil. Sayangnya, sesudah beberapa lama
ditolong, sifat-sifat jahiliyahnya kambuh lagi. Mungkin karena iman dan ilmunya
masih kurang, bahkan ketika dinasihati pun tidak mempan lagi hingga akhirnya
dia terjerumus lagi.
Demikianlah kisah si wanita ini, ia kembali hamil di luar
nikah tanpa ada pria yang mau bertanggung jawab. Lalu ditolonglah ia oleh
seseorang yang ternyata aqidahnya beda. Si orang yang akan membantu pun
menawarkan bantuan keuangan dengan catatan harus pindah agama terlebih dulu. Si
wanita pun menyetujuinya, dalam hatinya "Toh hanya untuk persalinan saja,
setelah melahirkan aku akan masuk Islam lagi".
Tapi ternyata ALLOH
menentukan lain, saat persalinan itu justru malaikat Izrail datang menjemput,
meninggalah si wanita dalam keadaan murtad, naudzhubillah. Cerita ini nampaknya
bersesuaian pula dengan sebuah kisah klasik dari Imam Al Ghazali. Suatu ketika
ada seseorang yang sudah bertahun-tahun menjadi muazin di sebuah menara tinggi
di samping mesjid. Kebetulan di samping mesjid itu adapula sebuah rumah yang
ternyata dihuni oleh keluarga non-muslim, diantara anak-anak keluarga itu ada
seorang anak perempuan berparas cantik yang sedang berangkat ramaja. Tiap naik
menara untuk azan, secara tidak disengaja tatapan mata sang muazin selalu
tertumbuk pada si anak gadis ini, begitu pula ketika turun dari menara.
Seperti
pepatah mengatakan "dari mata turun ke hati", begitulah saking
seringnya memandang, hati sang muazin pun mulai terpaut akan paras cantik anak
gadis ini. Bahkan saat azan yang diucapkan di mulut Allahuakbar-Allahuakbar,
tapi hatinya malah khusyu memikirkan anak gadis itu. Karena sudah tidak tahan
lagi, maka sang muazin ini pun nekad mendatangi rumah si anak gadis tersebut
dengan tujuan untuk melamarnya.
Hanya sayang, orang tua si anak gadis menolak
dengan mentah-mentah, apalagi jika anaknya harus pindah keyakinan karena
mengikuti agama calon suaminya, sang muazin yang beragama Islam itu. "Selama
engkau masih memeluk Islam sebagai agamamu, tidak akan pernah aku ijinkan
anakku menjadi istrimu" ujar si Bapak, seolah-olah memberi syarat agar
sang muazin ini mau masuk agama keluarganya terlebih dulu. Berpikir keraslah
sang muazin ini, hanya sayang, saking ngebetnya pada gadis ini, pikirannya
seakan sudah tidak mampu lagi berpikir jernih. Hingga akhirnya di hatinya
terbersit suatu niat, "Ya ALLOH saya ini telah bertahun-tahun azan untuk
mengingatkan dan mengajak manusia menyembah-Mu.
Aku yakin Engkau telah
menyaksikan itu dan telah pula memberikan balasan pahala yang setimpal. Tetapi
saat ini aku mohon beberapa saat saja ya ALLOH, aku akan berpura-pura masuk
agama keluarga si anak gadis ini, setelah menikahinya aku berjanji akan kembali
masuk Islam". Baru saja dalam hatinya terbersit niat seperti itu, dia
terpeleset jatuh dari tangga menara mesjid yang cukup tinggi itu. Akhirnya sang
muazin pun meninggal dalam keadaan murtad dan suul khatimah.Na'udzubillah.
Kalau kita simak dengan seksama uraian-uraian kisah di atas, nampaklah bahwa
salah satu hikmah yang dapat kita ambil darinya adalah jikalau kita sedang
berbuat kurang bermanfaat bahkan zhalim, maka salah satu teknik mengeremnya
adalah dengan 'mengingat mati'. Bagaimana kalau kita tiba-tiba meninggal,
padahal kita sedang berbuat maksiat, zhalim, atau aniaya? Tidak takutkah kita
mati suul khatimah? Naudzhubillah. Ternyata ingat mati menjadi bagian yang
sangat penting setelah doa dan ikhtiar kita dalam memelihara iman di relung
kalbu ini. Artinya kalau ingin meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, maka
selalulah ingat mati.
Dalam hal ini Rasulullah SAW telah mengingatkan para
sahabatnya untuk selalu mengingat kematian. Dikisahkan pada suatu hari
Rasulullah keluar menuju mesjid. Tiba-tiba beliau mendapati suatu kaum yang
sedang mengobrol dan tertawa. Maka beliau bersabda, "Ingatlah kematian.
Demi Zat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa
yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis."
Dan ternyata ingat mati itu efektif membuat kita seakan punya rem yang kokoh
dari berbuat dosa dan aniaya.
Akibatnya dimana saja dan kapan saja kita akan
senantiasa terarahkan untuk melakukan segala sesuatu hanya yang bermanfaat.
Begitupun ketika misalnya, mendengarkan musik ataupun nyanyian, yang
didengarkan pasti hanya yang bermanfaat saja, seperti nasyid-nasyid Islami atau
bahkan bacaan Al Quran yang mengingatkan kita kepada ALLOH Azza wa Jalla.
Sehingga kalaupun malaikat Izrail datang menjemput saat itu, alhamdulillah kita
sedang dalam kondisi ingat kepada ALLOH. Inilah khusnul khatimah. Bahkan kalau
kita lihat para arifin dan salafus shalih senantiasa mengingat kematian,
seumpama seorang pemuda yang menunggu kekasihnya.
Dan seorang kekasih tidak
pernah melupakan janji kekasihnya.
Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah r.a.
bahwa ketika kematian menjemputnya, ia berkata, "Kekasih datang dalam
keadaan miskin. Tiadalah beruntung siapa yang menyesali kedatangannya. Ya
ALLOH, jika Engkau tahu bahwa kefakiran lebih aku sukai daripada kaya, sakit
lebih aku sukai daripada sehat, dan kematian lebih aku sukai daripada
kehidupan, maka mudahkanlah bagiku kematian sehingga aku menemui-Mu."
Akhirnya, semoga kita digolongkan ALLOH SWT menjadi orang yang beroleh karunia
khusnul khatimah. Amin!.^_^
Langganan:
Postingan (Atom)







































